Sabtu, 11 Juni 2011

Tugas ISBD

POSTING  6

BAGAIMANA BILA IPTEKS TANPA DILANDASI NILAI-NILAI ETIS DAN RELIGIUS

Jawab :

Perkembangan ilmu pengetahuan, teknonogi dan seni bergerak cepat, sehingga perlu ditanggapi dan dipersiapkan dalam menghadapinya sesuai kebutuhan bangunan. teknologi dapat membawa bencana, sebaliknya juga telah terbukti bahwa bagi mereka yang dapat  memanfaatkanya, teknologi tersebut dapat menolong mereka dalam  meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
Maka, apabila IPTEKS tanpa nilai-nilai etis dan religius akan berbahaya serta dapat menghancurkan moral atau akhlak manusia.
Agar teknologi dimanfaatkan dengan baik maka harus dilakukan pendidikan yang komprehensif.

POSTING 7


BAGAIMANA SEHARUSNYA KEDUDUKAN IPTEKS DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

Jawab

Kedudukan IPTEKS dalam manusia yaitu manusia sebagai subjek dan objek IPTEKS, dengan adanya kemajuan ilmu teknlogi manusia dapat menciptakan perlengkapan yang canggih untuk berbagai kegiatan sehingga dalam kegiatan kehidupannya tersedia berbagai kemudahan. IPTEKS merupakan  perkembangan teknologi yang dapat menghasilkan kemakmuran bagi masyarakat, sifat ketidakpuasan manusia mendorong kemajuan teknologi digunakan untuk memudahkan kehidupan manusia. IPTEKS harus dikembangkan sesuai kebutuhan pembangunan manusia. Perkembangan IPTEKS harus menyesuaikan nilai yang dianut suatu masyarakat agar tidak terjadi konflik.

POSTING  8

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BERADAB DAN MASYARAKAT ADAB
DALAM PERKEMBANGANNYA BISA JATUH DALAM PERILAKU KEBIADABAN

Jawab:  

Peradaban adalah cipta, rasa, karsa manusia bertingkat secara bertahap, manusia diberi akal, dan berfikir sehingga dapat menciptakan sesuatu yag baru yang tercermin dari aspek intelekual, keindahan, teknologi dan spiritual, mempengaruhi teraap perilaku yang semakin estetis, moralis, dalam rangka kesempurnan hidup manusia.
Manusia adalah makhluk yang beradab sebab dianugerahi harkat, martabat serta potensi kemanusiaan yang tinggi. Manusia dalam perkembangannya  bisa jatuh dalam perilaku kebiadaban karena tidak mampu menyeimbangkan dan  mengendalikan cipta, rasa, karsa yang dimilikinya, dan manusia tersebut melanggar hakikat kemanusiaannya.

POSTING 9

PERADABAN MERUPAKAN PERWUJUDAN KEBUDAYAAN
SEBAGAI HASIL KREATIFITAS MANUSIA

Jawab : 

Peradaban merupakan perwujud kebudayaan sebagai hasil kreatfitas manusia, sekaligus mempengaruhi serta menjadi pedoman bagi hidupnya. Peradaban sering sekali dipakai untuk menghasilkan  kebudayaan seperti keseniaan, ilmu pengetahuan dan teknologi, adat sopan santun dan pergaulan. Manusia memilki cipta, rasa dan karsa membuat manusia berfikir, menciptakan sesuatu yang baru untuk mencapai kesempurnaan dan kemakmuran. Hasil dari kreatifitas manusia mengenai kebudayaan tercermin dalam tingkat intelektual, keindahan, teknologi dan spiritual.














Minggu, 10 April 2011

postingan 5

Latent Social Problem

Assalammualaikum wr. Wb

Posting ke II

pertanyaan :
Do yuo know “ Laten Social Problems” ???? kunaon aya nu kitu atuhhhh...jelaskan....silusina kumaha???kumaha??? cik sok atuh jawab! He...he..

jawaban :
menurut pendapat saya ,latent social problem merupakan masalah sosial yang dirasakan manusia sebagai makhluk sosial yang hidupnya itu tidak lepas dari bantuan manusia lainnya.ada sebagian orang malahan menyembunyikan dengan adanya problem. 
masalah sosial timbul di akibatkan adanya perbedaan masalah manusia timbulnya masalah tersebut yakni dari faktor biologis,ekonomis,psikologis,kebudayaan.
masalah social ini terjadi karena kemampuan seseorang dengan realita yang ada tidak seimbang.  
contoh dalam pemenuhan akan kebutuhan hidup. Artinya jika seorang anggota masyarakat tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya maupun keluarganya  maka ia akan cenderung melakukan tindak kejahatan dan penipuan . Hal demikian yang menyebabkan masalah laten sosial  bisa terjadi. Oleh kaena itu, solusi untuk mencegah terjadinya hal semacam itu maka dengan mengembangkan kemampuan manusia yang lebih baik,kemudian peran-peran orang terdekat seperti peran orangtua(keluarga),masyarakat,pergaulan.
~Keluarga sebagai unit terkecil dalam kehidupan sosial sangat besar peranannya dalam membentuk pertahanan seseorang terhadap serangan penyakit sosial sejak dini. Dalam sebuah keluarga yang selalu menerapkan kejujuran dan kedisiplinan menjadi panutan bagi seseorang dalam berperilaku dalam lingkungannya.  
~Peran masyarakat,Pola kehidupan masyarakat tertentu kadang tanpa disadari oleh para warganya ternyata menyimpang dari nilai dan norma sosial yang berlaku di masyarakat umum. Itulah yang disebut sebagai subkebudayaan menyimpang.misalnya seseorang yang tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat penjudi atau peminum minuman keras, maka akan membentuk sikap dan pola perilaku menyimpang.
~Pola tingkah laku seseorang sering kali dipengaruhi oleh pergaulan, Apabila teman bergaulnya baik, dia akan menerima konsep-konsep norma yang bersifat positif. Akan tetapi jika teman bergaulnya kurang baik, sering kali akan mengikuti konsep-konsep yang bersifat negatif. 

maka dari itu peran-peran atau dukungan yang baik dan positif keluarga,masyarakat,dan pergaulan bisa mencegah hal-hal tersebut .

                                                   ~terimakasih wasallam~

Rabu, 06 April 2011

postingan 4

postingan 3

Manusia dan Cinta Kasih

Assalammualaikum wr. Wb

Posting I

Pertanyaan :
Cinta, sayang kasih kemesraan, pemujaan yang terselimuti nilai norma dan agama bisa membawa pada kehidupan manusia yang homohumanus aden nich dunia, tapi kenyataan terjadi mengapa ada dehumanisasi ( ibu dalang membunuh anak, kekasih membunuh sang kekasih) menagapa oh... mengapasemua ini terjadi....jelaskan...jelaskan..

jawab:
Menurut pendapat  saya adanya Cinta, sayang kasih kemesraan, pemujaan yang terselimuti nilai norma dan agama bisa membawa pada kehidupan manusia yang homohumanus , tapi kenyataanny kenapa  terjadi dehumanisasi ( ibu dalang membunuh anak, pembunuhan pacar sendiri), itu semua terjadi dikarnakan tidak adanya selimut cinta,yaitu agama, moral,dan norma yang terlepas.

Cinta kasih itu merupakan perasaan suka atau sayang terhadap seseorang yang di sertai  dengan menaruh belas kasihan tapi kenapa bisa  berubah menjadi kejam,dan tidak berperasaan,sehingga mengabaikan keberadaannya.
contohnya melihat kasus ibu dalang pembunuhan anaknya,sungguh disayangkan sekali melihat kejadian seperti itu ,sangat ironis seharusnya cinta kasih yang tertanam diantara keduanya yaitu ibu dan anak bisa memberikan kedamaian di tengah-tengah keluarga (keluarga harmonis). Perhatian orang tua,harapan orang tua kepada anaknya yang menginginkan agar anaknya menjadi manusia yang berbakti dan berguna di kemudian hari,pupus  dengan adanya  apa yang dilakukan sang ibu yang telah merenggut harapan cita-cita yang selama ini di impikan sang anak,ibu tega menjadi dalang  di balik pembunuhan sang anak,
kemudian adanya pembunuhan pacar sendiri ini sama halnya dengan yang di atas yaitu terlepasnya selimut cinta yang membuat seseorang tega untuk melakukannya,yang awalnya diselimuti cinta kasih yang mendalam,hingga tega membunuh dengan sadisnya,Sehingga jelas sekali bahwa agama, norma, moral dan nilai telah diabaikan.
Ada empat yarat untuk mewujutkan cinta kasih :
1. Pengenalan
2. Tanggung jawab (Responsibiliti)
3. Perhatian (Cere)
4. Saling menghormati (Respek)
Namun bila salah satu syarat itu hilang misalnya tanggung jawab (Responsibility) yang mana terjadi pada contoh diatas bahwa seorang kekasih tega membunuh pacarnya sendiri, itu akibat dari hilangnya tanggung jawab dimana wanita hamil si pria tidak mau bertanggung jawab atas perbuatanya maka berakibat pada pembunuhan tersebut.
Dalam keutuhan cinta itu sendiri seseorang  dituntut untuk :
1. Rasa tanggung jawab
2. Pengobanan
3. Kejujuran
4. Saling percaya
5. Pengertian dan
6. Saling terbuka
Cinta kasih, kasih sayang, kemesraan, pemujaan dan belas kasihan merupakan bagian  yang melekat kuat pada diri manusia, yaitu pada kehidupan manusia yang homohumanus. Semua itu harus dijaga dengan adanya selimut cinta yang terjaga sehingga tidak terjadi hal-hal yang menyebabkan dehumanisasi.
Dehumanisasi akan terjadi karena selimut cinta, yaitu agama, norma, moral, dan nilai telepas.
Oleh karena itu, cinta dan kasih sayang harus selalu dijaga sesuai dengan nilai dan norma agama supaya tidak akan  tidak meenimbulkan dehumanisasi yang bisa merugikan semuanya.

Inilah jwaban dari saya, lebih dan kurangnya saya mohon maaf


Wassalammualaikum Wr Wb


Jumat, 25 Maret 2011

ISBD (materi 2) postingan 2


Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD)
Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah ISBD
Dosen Pengampu : Drs. Ana Maulana, M. Pd.

Makhluk Individu


Individu berasal dari kata in devided. Dalam Bahasa Inggris in salah satunya megandung pengertian tidak, sedangkan devided artinya terbagi, atau satu kesatuan.


Dalam perkembangannya, manusia sebagai makhluk individu tidak hanya bermakna kesatuan jiwa dan raga, tetapi akan menjadi pribadi yang khas dengan corak kepribadiannya termasuk kemamampuan kecakapakannya. Setiap manusia memiliki perbedaan. Hal itu dikarenakan manusia memiliki karakteristik sendiri. Ia memiliki sifat, watak, keinginan dan cita-cita yang berbeda satu sama lainnya.


Kepribadian (Personality)


Kepribadian adalah susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang membedakan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu.


Pola Kelakuan


Pola kelakuan terbagi menjadi dua, yaitu :

a.Manusia, pola kelakuannya tidak hanya di tentukan oleh sistem organik biolog      ik saja, tetapi juga ditentukan oleh akal dan jiwa (variatif).

b.Hewan, pola kelakuannya hanya ditentukan oleh sistem organik biologik saja (sama).


Unsur-unsur Personality


a.Pengetahuan adalah segala sesuatu yang kita ketahui dari penglihatan pancaindra. Pengetahuan terbagi kedalam lima bagian, yaitu :

1.Persepsi, adalah lingkungan manusia yang diterima oleh pancaindra yang diolah menjadi susunan yang dipancarkan dan diproyeksikan menjadi penggambaran tentang lingkungan tadi.

2.Apresepsi, adalah penggambaran oleh manusia berbeda dengan foto, manusia terfocus pada bagian-bagian khusus (mata, telinga) yang diolah oleh akal fikir, digabung dengan penggambaran lama lalu diproyeksikan sebagai penggambaran baru dengan pengertian baru.

3.Pengamatan, adalah pemusatan akal yang lebih intensif.

4.Konsep, adalah Penggambaran yang abstrak.

5.Fantasi, adalah penggambaran yang lain yang dalam kenyataannya tidak ada, penggambaran yang tidak realistik.

Segala unsur-unsur pengetahuan tadi, seringkali hilang dalam kesadaran manusia akibat larut dan terpecah-pecah, yang disebabkan oleh akal sadar individu yang tidak lagi menyusun dan menatanya.

b.Perasaaan adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusian yang karena pengaruh pengetahuannya dinilai sebagai keadaan positif atau negatif.

c.Dorongan (drive)

1.Dorongan untuk mempertahankan hidup.

2.Sex

3.Mencari makan.

4.Berinteraksi.

5.Meniru.

6.Berbakti.

7.Keindahan.


Manusia sebagai Makhluk Sosial

Manusia sebagai mahlik individu ternyata tidak mampu hidup sendiru. Ia dalam menjalani kehidupannya akan senantiasa bersama dan tergantungpada banyak manusia lainya. Menurut kodratnya manusia adalah mahluk sosial atau mahluk bermasyarakat.

Manusia dikatakan sebagai Makhluk Sosial karena beberapa alasan, yaitu :

1.Manusia tunduk pada aturan,norma sosial.
2.Prilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dariorang lain.
3.Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain.
4.Potensi manusia akan berkemgang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.

Peranan Manusia sebagai Makhluk Individu dan Sosial

Sebagai mahluk individu ,manusia memiliki harkat dan martabat yang mulia.dalam berbagai kelompok sosialini, manusia membutihkan norma-norma pengaturannya
Dalam dimensi sosial  muncul kewajiban dasar manusia adalah menghargai hak dasar orang lain serta mentaati norma-norma yang berlaku du masyarakat.

Keberdayaannya sebagai Makhluk Sosialmenjadikan manusia menjadikan peran-peran sebagai berikut :

1.Melakukan interaksi dengan orng lain atau kelompok
2.Membentuk kelompok-kelompok sosial
3.Menciptakan norma-norma sosial sebagai pengaturan tertib kehidupan kelompok.

Manusia sebagai Makhluk Sosial memiliki Implikasi-implikasi:

Kesadaran akan ketigakberdayaan manusia bila seorang diri
Kesadaran untuk senantiasa dan harus berinteraksi dengan orang lain
Penghargaan terhadap hak-hak orang lain
Ketatan terhadap norma-norma yang berlaku

Manusia sebagai Makhluk Politik

Sebagai mahluk politik manusia selalu membutuhkan orang lain dan memiliki strategi dalam mempertahankan kehidupanya, sehingga kehidupannya dengan masyarakat dan organisasi sosial merupakan sebuah keharusan. Allah telah memberikan watak agresif yang alami bagi setiap mahluk.
Manusia di beri kempampan berpikir. Bengan akalnya manusia bisa mempertahankan hidupnya. Maka dari itu timbulah suatu cara agar manusia dapat memenuhi keinginannya dan bisa bersaing mengalahkan orang lain yang di namakan dengan politik.
Dengan politik manusia bisa merencanakan dan menyusun strategi dalam bertindak. Karena manusua tudak lepas daru yang namanyapolitik, maka dari itu manusia di namakan mahluk politik.

Manusia sebagai Makhluk Ekonomi

Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktufutas manusia yang berhubungan dengan produksi,distribusi,pertukaran, dan konsumsi garang dan jasa.
Untuk memenuhi kebutuhannya , manusia melakukan berbagai kegiatan. Kegiatan manusia dalam memenuhi atau memuaskan kebutuhanya harus sesuai dengan kemampuannya. Kegiatan inilah yang menunyjukan kedudukan manusia sebagai mahluk ekonomi.

Sebagai Makhluk Sosial dan Ekonomi pada dasarnya selalu menghadapi masalah ekonomi

Inti dari magalah ekonomi yang di hadapi manusia dalah kenyataan bahwa kebutuhan manusiajumlahnya tidak terbatas sedangkan alat pemuas kebutuhannya terbatas.
Kutaharus bujaksana  dalam memenuhi kebutuahan. Setiap kebutuhanya menuntuk pemenuhan.
Namin, galam memenuhi kebutuhan itu, kita harus memperhatikan kemampuan kita kita harus mencaru alternatif untuk memenuhi kebutuhanya.
Sebagai mahluk ekonomi yang bermoral, manusia berusaha memilih dan menggunakan sumger daya yang ada untuk memenuhi kebutuhanya  dengan memperhatiakn nilai-nilai agama gan norma-norma sosial.

Manusia sebagai Makhluk Psikologi

Manusia adalah mahluk psikologi yang memiliki bawaan universal,unik dan terus di kaji oleh para humaniora.Manusia adalah insan bila di lihat dari sudut pandang psikologinya,insan dalam bahasa arab menunjukan manusia sebagai makluk psikologi,kata insan berasal dari tiga kata yaitu : Uns bermakna mesra,harmoni,jinak,tampak.Nasa yanusu bermakna terguncang atau stress. Nasiya yansa bermakna lupa.Jadi manusia adalah makluk yang memiliki harmoni jiwa,cinta,benci,jinak,terkadang stre dan sering lupa.

Manusia dan permasalahannya
Kondisi pendidikan Indonesia sekarang menghasilkan :

a.Arah pendidikan kurang jelas.
b.Pendidikan sebagai barang mahal.
c.Pendidikan tidak merata.
d.Penyelewengan dana pendidikan cukup tinggi.
e.Kurang penghargaan pada guru.
f.Kualitas dan kuantitas guru/dosen kurang.
g.Pendidikan kepribadin kurang mendapat perhatiaan khusus.
h.Mencetak tukang. 

Kondisi masrakat Indonesia sekarang yaitu : 

a.Egois.   
b.Individualis.
c.Materialistis.
d.Sekuler.
e.Hedonis.
f.Krisis akhlak.
g.Agama sebagai symbol. 

Masalah adalah kesenjangan antara harapan dengan kenyataan.Menurut soerjono soekanto masalah sosial adalah suatu tidak ksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masrakat.Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masrakat dengan realita yang ada,bersangkutan dengan hubungan antar manusia dan mengganggu kebutuhan bermasyarakat yang menyangkut nilai-nilai sosial dan moral serta bagian-bagian kebudayan yang normatif.
Pengkelasifikasian suatu persoalan sebagai masalah sosial yaitu : tata kelakuan yang menyimpang,ukuran-ukuran umum seeeegi moral.Setiap masrakat mempunyai ukuran yang berbeda time dan pleace.

Merumuskan masalah sosial dengan membuat indek-indeks yaitu :
a.Indeks simple Rates yaitu gejala-gejala abnormal dalam masrakat
b.Composit Indices yaitu gabungan indek-indeks dari bermacam-macam yang mempunyai satu sama lain.
c.Social Unres yatu keresahan sosial.

1.Masalah sosial ( scientific or societal problem) menyangkut tentang analisis macam-macam gejala  kehidupan masrakat.
2.Probbblema sosial (ameliorative or social problem) meneliti gejala-gejala abnormal masrakat dengan maksud untuk memperbaiki atau menghlangkannya.

Penyebab masalah sosial di klasifikasikan menjadi 4 kategori yaitu :
a.Faktor ekonomis : kemiskinan dan pengangguran.

b.Faktyor biologis : penyakit.

c.Faktor fsikologis : syaraf,dan bunuh diri.

d.Faktor kebudayaan : perceraian dan kejahatan.


Kriteria Utama suatu masalah sosial :
a.Tidak adanya penyesuaian antara ukuran-ukuran dan nilai-nilai sosial dengan kenyataan seta tindakan sosial.
b.Sumber-sumber masalah sosial.
c.Pihak-pihak yang menetapkan apakah suatu kepincangan merupakan masalah sosial atau tidak.
d.Manifes sosial problem dan laten sosial problem.
e.Perhatian nasrakat dan masalah sosial.

Manifes  sosial problem yaitu masalah yang timbul akibat terjadinya kepincangan di masrakat,tidak sesuainya norma-norma dan nilai-nilai yang ada di masrakat.
Laten social problem menyangkut hal-hal yang bertentangan/berlawanan dengan nilai-nilai masrakat tetapi tidak di akui demikian alnya.
Ketimpangan Penerapan ilmu dan teknologi yang tidak serasi
Masalah soaial indonesia hasil kondisi :
a.Relasi sosial antara manusia.
b.Pertumbuhan kebutuhan
c.Gejala kejiwaaannya.
d.Ungkapan kemauan budayanya.
e.Kondisi lingkungan.
Maka membentuk sistem of problema yatu suatu masalah ada kaitannya dengan masalah lain dan menjadi pendorong terjadinya masalah lain sehingga membentuk masalah besar dan kompleks.
Gejala dan masalah sosial merupakan ungkapan hasil hubungan beberapa aspek kehidupan sosial.Dalam kerangka kerja study sosial kita dituntut menghubungkan bebnerapa  bidang ilmu pengetahuan sosial sesuai dengan gejala dan masalah yang kita telah.Pendekataan ini di kenal dengan pendekatan interdispliner dan multi disipliner. 




Rabu, 09 Maret 2011

ISBD (materi 1) postingan 1


Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD)
Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah ISBD
Dosen Pengampu : Drs. Ana Maulana, M. Pd.

ISBD memiliki konsep 5M, yaitu :
1. Mengetahui
2. Mengerti
3. Memahami
4. Menghayati
5. Mengamalkan (Actualisasi diri)
Dari konsep di atas diharapkan bisa melahirkan sarjana yang memiliki 3 jenis kemampuan, diantaranya :
1. Kemampuan Personal/Personality, Kemampuan Kepribadian


Memiliki pengetahuan yang bisa menunjukkan sikap, tingkah laku dan tindakan yang mencerminkan kepribadian bangsa indonesia, memahami dan mengenal nilai-nilai agama, kemasyarakatan dan kenegaraan.


2. Kemampuan Akademik

a. Kemampuan komunikasi ilmiah,
b. Lisan dan tulisan,
c. Berfikir logis,
d. Kritis,
e. Sistematika analitik,
f. Rasional, empiris, general (umum), sistematis, metodologis, akumulatif.


3. Kemampuan Profesional

Memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dalam bidang profesinya.

Kepribadian Bangsa Indonesia
Bangsa Indonesia harus mempunyai kepribadian untuk mampu menilai ulang gagasan asing dan nilai-nilai asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Yang nantinya diharapkan akan mencetak :
1. Manusia unggul (cerdas) secara intelektual,
2. Anggun secara moral,
3. Kompeten menguasai IPTEK,
4. Memiliki komitmen tinggi untuk berbagi peran sosial.

Potret Remaja di Masa Rasulullah
Menjadi pengikut dan penggerak dakwah islam :

1. Ali bin Abi Thalib pada umur 8 tahun,
2. Zubair bin Al-Awwam pada umur 8 tahun,
3. Thalhah bin ‘Ubaidillah pada umur 11 tahun,
4. Arqam bin Abi Al-Arqam pada umur 12 tahun,
5. Abdullah bin Mas’ud pada umur 14 tahun,
6. Said bib Abi Waqash pada umur 17 tahun, dll.

Potret Remaja Saat Ini

1. Tawuran


                                                                                                                   
2. Minat yang tinggi di kalangan generasi muda terhadap kehidupan non science seperti asyik mencari kekuatan ghaib, belajar ilmu sihir/hitam, mencari jawaban dari jawaban paranormal, percaya dengan ramalan bintang, atau pergi ke tempat-tempat angker menyelami black magic dan mempercayai mistik.

3. Mengikuti budaya barat yang berbentuk sensate cultur yaitu budaya yang bertalian dengan sikap hedonistic dengan orientasi gaya hidup hura-hura, gaya hidup konsumeristik, rakus, boros, cinta mode, pergaulan bebas, individualistic, kebebasan yang salah arah yang lepas dari kendali aturan agama dengan tampilan generasi permissive (serba bebas) dan anarkis (penuh kekerasan/brutal).


  
4. Banyaknya anak-anak yang tidak mampu sekolah, muncul di jalanan menjadi pengemis, pengamen, maupun pedagang asongan. Bahkan tidak hanya itu, banyak dari mereka menjadi pelaku tindak kriminal, mencopet, terlibat narkoba, mabuk-mabukan, pembunuhan dan perbuatan asusila lainnya. Mereka maelakukan itu dengan dalih kebutuhan ekonomi yang terasa semakin meningkat tajam. Meningkatnya bunuh diri di kalangan anak-anak/remaja karena tak mampu menahan tekanan hidup dan kurangnya keimanan untuk menjalani kehidupan ini.


  
Kondisi Pendidikan Indonesia saat ini
Kondisi pendidikan indonesia saat ini dipengaruhi oleh sekularisasi pendidikan, politisasi pendidikan, dan over spesialisasi, yang mengakibatkan :
1. Arah pendidikan kurang jelas,
2. Pendidikan sebagai barang mahal,
3. Penyelewengan dan pendidikan cukup tinggi,
4. Kurang penghargaan pada guru/dosen,
5. Kualitas dan kuantitas guru/dosen kurang,
6. Pendidikan kepribadian kurang mendapatkan perhatian serius,
7. Mencetak tukang.

Kondisi Masyarakat Indonesia saat ini
Kondisi masyarakat indonesia saat ini dipengaruhi oleh globalisasi, modernisasi dan sekularisasi yang memunculkan sikap masyarakat indonesia menjadi :
1. Egois,
2. Individualis,
3. Materialistis,
4. Sekular,
5. Hedonis,
6. Krisis akhlak,
7. Agama sebagai simbol.
Dampak secara umumnya mengakibatkan, globalisasi, modernisasi, teknologi, universalisme pada masyarakat. Itu semua dapat dijaga dengan landasan rohani, landasan filsafat dan landasan histori.

Karakteristik Masyarakat Madani
(Visi indonesia 2020)
1. Religius,
2. Demokrasi,
3. Kepastian hukum,
4. Egalitarian,
5. Penghargaan terhadap “human dignity”,
6. Kemajuan budaya dan bangsa dalam satu kesatuan.
Melalui kajian pengetahuan budaya, kita ingin menciptakan atau penerbitan dan pengolahan nilai-nilai insani sebagai usaha memanusiakan diri dalam alam lingkungannya baik fisik maupun mental.
Manusia memanusiakan dirinya dan lingkungannya, artinya manusia membudayakan alam, memanusiakan hidup dan menyempurnakan hubungan insani. Mengkaji pengetahuan kebudayaan agar kita bisa mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran.
Dengan mengkaji pengetahuan kebudayaan (humanities) kita akan menjadikan homo humanus, yaitu manusia yang berpribadi manusiawi, berbudaya dan halus.

Homo Humanus

1. Manusiawi
Sikap yang menghargai manusia sebagai makhluk yang memilki martabat tinggi dengan segala hak-haknya. (harus diperlakukan sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan fitrahnya makhluk Tuhan.
2. Berbudaya
Perilakunya dituntun oleh akal budi sehingga mendatangkan kebahagiaan bagi dirinya dan lingkungan serta tidak bertentangan denga kehendak Allah.
3. Halus

Kehalusan bertingkah laku, perbuatan lemah lembut, sopan santun, budi bahasa dan beradab (akhlak).



Pengertian Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya
Sumber dari semua ilmu pengetahuan adalah filsafat (philosophia), dari filsafat itu lahirtiga cabang ilmu pengetahuan :
1.Natural Science (ilmu-ilmu alam meliputi : fisika, kimia, biologi, dll)
2.Sosial Sciences (ilmu-ilmu sosial meliputi : sejarah, politik, ekonomi, dll).
3.Humanities (ilmu-ilmu budaya meliputi : bahasa, agama, kesenian, dll).

Ilmu sosial dinamakan demikian karena ilmu tersebut mengambil masyarakat atau kehidupan bersama sebagai objek yang dipelajarinya. Objek social science adalah manusia sedangkan untuk membedakan antara ilmu-ilmu sosial adalah focus of interest(pusat perhatian).
Misalnya
1.Ilmu ekonomi yang menjadi pusat yang dipelajarinya adalah usaha-usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan materilnya dari bahan-bahan yang terbatas ketersediaannya.
2.Ilmu politik pusat perhatiaanya mengenai kekuasaan manusia.

Ilmu budaya adalah suatu ilmu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling mendasar dalam kehidupan manusia sebagai makhluk berbudaya (homohumanus). Dan masalah-masalah yang menyertainya, sering disebut sebagai humanities yang merupakan pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang konsep-konsep yang dapat digunakan untuk masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

Humohumanus
1.Manusiawi, sikap yang menghargai manusia sebagai makhluk yang memiliki martabat tinggi dengan segala hak-haknya, harus diperlakukan sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan atau sesuai dengan fitrahnya makhluk Tuhan.
2.Berbudaya, perilakunya dituntut oleh akal budi, sehingga mendatangkan kebahagiaan bagi dirinya dan lingkungannya serta tidak bertentangan dengan kehendak Allah.
3.Halus, kehalusan-bertingkah laku perbuatan lemah lembut, sopan santun, budi bahasa dan beradab (akhlak).

Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas
Fungsi dari pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Tujuan dari pendidikan nasional adalah bekembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Penyelenggaraannya :
1.Dilakukan secara demokratis, bekeadilan, tidak diskriminatif, menjungjung tinggi HAM, nilai keagamaan, nilai kultural dan kemajuan bangsa sebagai suatu kesatuan yang sistematik dengan sistem terbuka dan multi makna.
2.Suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan sepanjang hayat dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran.
Tanggung jawab pendidikan masa depan, tidak hanya meneruskan nilai-nilai, mentansfer IPTEK semata tetapi juga melahirkan warganegara bekesadaran tinggi tentang bangsa dan kemanusiaan. Namun juga mempersipkan tenaga keja profesional, kompetitif, produktif dalam konteks kehidupan yang dinamis. Serta mengubah sistem berfikir, sikap hidup dan perilaku berkarya individu maupun kelompok dalam rangka memprakarsai perubahan sosial dan mendorong perubahan kea rah kemajuan, adil dan bebas.

Untuk mengantisipasi dampak negatif kemajuan IPTEK dan lajunya arus globalisasi yang cepat, perlu menyadari untuk segera membekali peserta didik dengan kemampuan dasar diantaranya nilai-nilai kemandirian. Secara filosofis kemampuan tersebut berupa kemampuan dalam memahami, memaknai dan mengamalkan nilai-nilai esensial yang ada pada dirinya baik sebagai individu, anggota keluaraga, anggota masyarakat, warga negara maupun sebagai bagian dari alam.

Abad 20 di Amerika dan Eropa, hasil analisis mereka berkesimpulan bahwa sistem pendidikan modern yang sekular telah menghasilkan para saintis dan tenokrat yang handal tapi tidak melahirkan para lulusan yang memiliki integritas kepribadian yang matang.

Konep Pendidikan Umum (General Education)
Konsep pendidikan umum adalah pendidikan yang berkenaan dengan pengembangan keseluruhan kepribadian seseorang dalam kaitannya dengan masyarakat dan lingkungan hidupnya. Pendidikan yang komprehensif, membina dan mengembangkan seluruh aspek kepribadian siswa dan mahasiswa.

Latar Belakang Lahirnya General Education
Reaksi terhadap kecenderungan masyarakat modern yang mendewakan produk teknologi dan cenderung mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan sebagai akibat dari produk sistem pendidikan modern yang sekular, yaitu pendidikan yang mementingkan pengembangan spesialisasi, sementara pengembangan nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal nyaris terabaikan.

Bagaimana General Education di Indonesia
General Education atau pendidikan umum yang ada di Amerika telah dikolaborasi oleh para ahli pendidikan di Indonesia menjadi studi atau mata kuliah yang dulu disebut MKDU. MKDU dibagi menjadi dua kelompok yaitu :
1.MPK (Mata kuliah Pengembangan Kepribadian, meliputi : Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, dan Pendidikan Kewiraan Nasional), dan kelompok mata kuliah.
2.MBB (Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat, meliputi : Mata kuliah ISD, IBD dan IAD). IBD dan ISD melebur menjadi mata kuliah ISBD.

Ilmu Sosial Budaya Dasar
Pengertian
Ilmu sosial budaya dasar adalah sebagai integrasi ISD dan IBD memberikan dasar-dasar pengetahuan sosial dan konsep-konsep budaya kepada mahasiswa sehingga mampu mengkaji masalah sosial kemanusiaan dan budaya. Mahasiswa peka, tanggap, kritis serta berempati atas solusi pemecahan masalah sosial dan budaya secara arif.
Fungsi
Memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial kebudayaan agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial budaya dapat ditingkatkan sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungannya menjadi lebih besar.
Visi
Berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman dan kesederajatan manusia yang dilandasi nilai-nilai esetika, etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.
Misi
Memberikan landasan dan wawasan yang luas serta menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggung jawab terhadap sumber daya dan lingkungannya.
Kompetensi
Menjadi ilmuwan dan profesional yang berfikir kritis, kreatif, sistematik dan ilmiah, berwawasan luas, etis, estetis serta memiliki apresiasi, kepekaan dan empati sosial, bersikap demokratis, berkeadaban serta ikut berperan mencari solusi pemecahan masalah sosial budaya secara arif.
Tujuan
1.Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman dan kesederajatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
2.Menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman dan kesederajatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.
3.Memeberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup bemasyarakat, selaku individu dan makhluk sosial yang beradab dalam mempraktikan pengetahuan akademik dan keahliaannya.
Latar Belakang
Agar tenaga ahli yang dihasilkan oleh perguruan tinggi memiliki tiga jenis kemampuan yang meliputi :
1.Kemampuan personal, dimana para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukkan sikap, tingkah laku dan tindakkan yang mencerminkan kepribadian Indonesia, memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan, kemasyarakatan dan kenegaraan, serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat indonesia.
2.Kemampuan akademis, kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah baik lisan maupun tulisan, menguasai peralatan analisis, mampu berfikir logis, kritis, sistematis, analisis, memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi, serta mampu menawarkan alternatif pemecahan.
3.Kemampuan profesional, kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan, para ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dalam bidang profesinya.

Empat Landasan perlunya diajarkan ISBD di Perguruan Tinggi Umum
1. Landasan historis
a. Nenek moyang kita orang beragama terbukti dengan peninggalan sejarahnya.
b. Memiliki warisan budaya dan peradaban tinggi.
c. Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah, cinta damai, toleran dan bergotong royong.



2. Landasan Filosofis
Bangsa Indonesia memiliki falsafah, yaitu Pancasila.
3. Landasan Yuridis
a. UUD 45 pasal 30, 31.
b. UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas.
c. Kep. Mediknas No. 232/U/2000 dan No. 045/U/2002 tentang kurikulum inti.
d. Kep. Dirjen Dikti No. 30/Dikti/Kep/2003 tentang rambu-rambu Pelak MPK di PT.
e. Surat edaran dirjrn dikti : No 1058/D/TI/2003 tentang Pelak Kep Dirjen Dikti No. 30.
4. Landasan Pedagogis
Tujuan pendidikan, mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya.